Rabu, 25 April 2012

Babal ke III Ketemu Persik















Skuad PSIS memberikan apresiasi kepada Persik Kediri yang lolos ke babak ketiga Piala Indonesia 2012. Tim macan putih akan menjadi lawan PSIS, dalam lanjutan event yang dulu bernama Copa Indonesia itu.
Skuad arahan Djoko Malis memastikan tiket setelah menang 1-0 atas tuan rumah Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Secara keseluruhan, Persik mengantongi agregrat 3-0, karena di pertemuan pertama unggul 2-0.
”Sebenarnya, kami ingin berjumpa dengan Persijap. Selain lebih dekat, juga memiliki prestis tersendiri. Tetapi melawan Persik pun tidak menjadi masalah. Kami memiliki memori cukup baik, saat mengalahkan mereka 3-0 pada laga pembuka Divisi utama,” jelas kapten tim Donny Siregar.
Pertemuan pertama babak ketiga akan berlangsung di kandang PSIS Stadion Jatidiri, Rabu (9/5).
Sementara legkedua di kandang Persik, Rabu (23/5).
Di sela-sela Piala Indonesia, kedua kesebelasan akan bentrok pada lanjutan Divisi Utama, juga di markas Persik—Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (19/5).
Penalti Skuad Mahesa Jenar sendiri lolos ke babak ketiga setelah unggul agregat 6-4 melawan tim Indonesia Premier Legaue (IPL) Bontang FC. Pada leg pertama, sebenarnya PSIS hanya mencetak satu gol lewat penalti Donny Siregar. Tetapi karena Bontang FC menyalahi regulasi dengan menurunkan empat pemain asing, keunggulan PSIS dimbah tiga menjadi 4-0.
Pada leg kedua yang yang berlangsung di Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, PSIS takluk 2-4 dari skuad arahan Eddy Simon Badawi.
Tetapi juara Liga Indonesia 1998 tetap melaju karena secara keseluruhan unggul agregat 6-2.
Tahun ini, PSIS mencetak sejarah baru dengan lolos ke babak Ketiga Piala Indonesia. Pasalnya, empat kali pada partisipasi sebelumnya, mulai 2005 hingga 2008, PSIS selalu kandas di babak kedua. Tim-tim yang menyingkirkan PSIS adalah Persijap Jepara 2005, kemudian Persija Jakarta pada 2006 dan 2007, serta Persitara Jakarta Utara setahun kemudian.
Menurut Gelandang Hasan Basri Lohy, Piala Indonesia merupakan kesempatan yang baik menjajal kekuatan tim-tim IPL, sehingga memiliki prestis tersendiri bila berhasil memenangi duel.
Namun demikian, dia mengisyaratkan agar tim tidak melupakan target utama yakni promosi ke IPL pada kompetisi.

Selasa, 24 April 2012

Percaya Striker Muda













Untuk kali pertama, dua striker muda Kurnanda Fajar Saktiaji dan Kukuh Pramuyudha, tampil bersama.Mereka turun sebagai pemain pengganti saat PSIS menundukkan PSCS Cilacap 1-0 di Stadion Jatidiri, Sabtu (21/4) lalu.
Keputusan berani itu diambil Agus Yatmono yang sementara waktu menggantikan pelatih kepala Edy Paryono. Langkah itu untuk memberikan jam terbang dan meningkatkan mental bertanding pemain muda. `'Hasilnya belum begitu terlihat, tetapi tidak begitu me ngecewakan. Kalau tidak diberi kesempatan, kapan pemain muda akan berkembang.
Padahal mereka merupakan aset PSIS yang sangat berharga. Ibarat intan, semakin dipoles akan semakin mengkilat,'' kata Agus yang sebenarnya pelatih kiper Mahesa Jenar itu.
Agus yang merupakan pelatih Kota Semarang, sudah lama mengetahui karakter keduanya.
Pasalnya, baik Kukuh maupun Kurnanda pernah masuk skuad PSIS Yunior dalam Piala Suratin. Mereka merupakan duet andalan lini depan di beberapa pertandingan. Kerja sama yang apik membuat skuad muda menorehkan prestasi mentereng.
`'Kukuh dan Kurnanda pernah bertandem di PSIS Yunior.
Saya ingin melihat penampilannya di tim utama PSIS. Dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi pertandingan. Bukan tidak mungkin mereka akan kembali tampil bersamaan di sisa pertandingan,''tutur pelatih yang juga anggota Polrestabes Kota Semarang itu.
Satu Gol Secara statistik, Kukuh memang lebih banyak tampil dibandingkan Kurnanda yang baru turun tiga kali. Tetapi Kurnanda telah menyumbangkan satu gol saat PSIS bertandang melawan Bontang FC di leg kedua babak kedua Piala Indonesia, di markas Bontang, beberapa waktu lalu.
Kukuh juga termotivasi ingin menyumbangkan gol. Karena itu, dia akan main all out jika dipercaya tampil. Selain itu, dia mengaku juga butuh bimbingan pemain senior seperti Engkus Kuswaha, Khusnul Yakin, dan Donny Siregar untuk mematangkan mental bermain.
`'Saya masih jauh dari sempurna. Masih banyak hal yang perlu saya pelajari. Karena itu saya berguru pada pemainpemain senior yang sudah makan asam garam di persepakbolaan Indonesia,''kata Kukuh yang juga jebolan tim amatir Kota Semarang, Biprada Bank Jateng itu. (K18-73)

Sabtu, 21 April 2012

PSIS berhasil revans atas PSCS Cilacap


 













Atasi PSCS Cilacap SEMARANG- PSIS berhasil revans atas PSCS Cilacap pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama LPIS musim 2011/2012.
Tampil di hadapan ribuan pendukungnya di Stadion Jatidiri, kemarin, skuad Mahesa Jenar membungkam tamunya PSCS 1-0 (0-0). Gol spektakuler Romy Agustiawan di menit 51 memastikan kemenangan tuan rumah. Gol itu merupakan gol kedua Romy dalam musim ini.
Sebelumnya, pemain bernomor punggung enam itu ikut menyumbangkan satu gol saat PSIS menaklukkan PSS Sleman 2-1.
''Ini adalah pertandingan yang luar biasa. Kami dalam kondisi yang kurang fit usai pulang dari Bontang, tetapi tetap berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik. Akhirnya PSIS berhasil membalas kekalahan 0-1 di pertemuan pertama musim ini,'' jelas Romy usai pertandingan.
Lantaran pelatih utama PSIS Edy Paryono dan asistennya Unggul Virgollo tak datang, PSIS kembali dipimpin Agus Yatmono yang sebenarnya merupakan pelatih kiper. Namun, hal itu tidak berpengaruh banyak. Para pemain tetap bersemangat meladeni permainan tim tamu.
Menurunkan dua pemain asingnya, striker Vitor Borges dan gelandang Han Ji-ho, PSIS tampil menekan. Sundulan Vitor hanya tipis di sisi kanan gawang PSCS yang dikawal Handoyo. Tendangan keras Donny Siregar juga hanya menghasilkan tendangan gawang bagi lawan.
Sempat Terhenti Kebuntuan tuan rumah baru terpecahkan di babak kedua, tepatnya menit 51.
Tendangan keras Romy yang memanfaatkan bola liar tak mampu dihalau Handoyo. Sekitar 10.000 penonton yang memadati stadion tanpa dipungut biaya bersorak menyambut gol tersebut. Euforia penonton yang berlebihan membuat pertandingan terhenti beberapa saat. Kembang api yang disulut dan melambung tinggi jatuh di lapangan. Pemain PSIS Kukuh Pramuyudha memadamkannya dengan menyiram air mineral. Hingga pertandingan berakhir, PSCS yang dibesut Gatot Barnowo tak mampu menyamakan kedudukan, dan harus rela pulang dengan tangan hampa.
Atas kemenangan itu, PSIS kembali ke puncak klasemen sementara Grup II Divisi Utama, dengan 22 poin.
Menggeser Persepar Palangkaya yang baru akan bertanding, hari ini. Sedangkan PSCS harus rela turun satu tangga ke per
ingkat tujuh, karena PSS melejit ke papan atas usai menang 2-0 atas Persis Solo. ''Anak-anak sudah bermain dengan baik. Kami juga menciptakan beberapa peluang. Hanya saja tuan rumah berhasil memanfaatkan peluang yang ada menjadi gol,'' papar pelatih PSCS Gatot Barnowo usai pertandingan. (K18,D5-87)

Cerita Dibalik Tayangan Berita

















Waktu menunjukkan pukul 12.00. Tak ada tandatanda keempat pria berseragam Tvku itu untuk bergerak dari bangku mereka. Padahal pukul 12.00 adalah saat istirahat makan siang. Tetapi, mereka tampak serius menatap layar komputer dan mendengarkan audio melalui headphone. Ya, sebagai karyawan bagian pengeditan, siang hari merupakan waktu paling sibuk.
Pasalnya, di waktu-waktu tersebut, mereka bekerja, mengolah data dan gambar dari para reporter Tvku.
Salah satu di antara mereka adalah Fahmi Ardi Nugroho (24).
Pria berkumis tipis itu merupakan karyawan bagian editing news.
Sudah hampir setahun, pria asal Kendal itu melakoni tugasnya mengolah data agar menjadi tayan
gan berita yang dramatis dan menarik disaksikan. Data berupa gambar dan hasil wawancara para reporter di lapangan kemudian disatukan dalam durasi berita beberapa menit. Yang lebih dulu diolah adalah gambar, sebab tayangan televisi menonjolkan aspek visual yang dramatis dalam pemberitaannya. Jika gambar sudah beres, selanjutnya tinggal disatukan dengan naskah dan dubbing oleh presenter yang sudah disiapkan sebelumnya.
’’Format tayangan disesuaikan dengan format program. Tayangan hard news tentu saja beda dengan soft news, berbeda pula dengan feature. Belum lagi antara tayangan berita harian dan mingguan, sudah berbeda lagi,’’ terang dia sembari terkekeh.
Setelah semua data disatukan dan siap tayang, editor tak langsung mengirim hasil berita ke MCR. Ada satu kegiatan penting yang selalu dilakukan, yakni pengecekan. Sebuah tayangan berita mengedepankan aspek aktualisasi, sehingga fatal akibatnya jika terjadi kesalahan dalam pemberitaan. Di situlah ketelitian editor dibutuhkan agar informasi yang diterima pemirsa selalu akurat.
Kendati baru hampir setahun menjadi editor berita di Tvku, pria yang biasa dipanggil Ardi itu sudah cukup lancar mengatur susunan pemberitaan. Berita yang dramatis dan paling menonjol akan diletakkan di awal, kemudian dilengkapi dengan efek suara-suara dramatis. Program yang ia gunakan untuk mengedit program Adobe
Premiere. Untuk menyatukan berbagai data menjadi sebuah berita berdurasi kurang lebih lima menit, Ardi membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit saja. Semua keterampilan itu ia peroleh dengan tekad dan usaha yang sungguhsungguh serta komitmen melakukan yang terbaik yang ditanamkan di ranah televisi edukasi itu.
Diakui Ardi, ada banyak tantangan yang dihadapi seorang editor, terutama editor berita di televisi.
Selain membutuhkan ketelitian dan kecerdasan menyatukan data, seorang editor dituntut bisa bekerja secara cepat. Apalagi jika editor menyiapkan program berita breaking news yang akan segera ditayangkan. Dalam tekanan waktu yang demikian singkat, berita dramatis, informasi aktual dan akurat adalah paket lengkap yang harus disajikan tim pemberitaan di televisi.
Belum lagi, jika ada kesalahan teknis akibat human error seperti gambar kabur maupun suara narasumber terganggu akibat buruknya cuaca. Adalah tugas tim editor yang memperbaiki kualitas gambar dan suara dengan berbagai cara demi menyajikan tayangan yang apik kepada pemirsa.
Ya, tayangan informatif seperti berita memang mengedepankan aspek aktualitas dan akurasi. Dan, kinerja para editor yang menyulap kumpulan data menjadi tayangan berita yang lengkap dan menarik disaksikan layak diapresiasi. Ada kerjasama antara reporter, editor dan segenap kru lain yang menjadi bagian dari cerita perjuangan tugas mulia, yakni mengabarkan informasi kepada pemirsa. (92) Miftahun Nikmah

Tak Kenal Hari Libur


















Menjadi editor tayangan berita bukanlah tugas mudah. Selain membutuhkan ketelitian, ketangkasan kerja dan kecerdasan mengolah data, seorang editor sebaiknya memiliki wawasan yang luas. Bagaimana tidak? Dalam menyusun urutan pemberitaan, tayangan berita akan menonjolkan isu yang paling hangat. Jika editor tidak punya wawasan luas, maka urutan pemberitaan pun akan tampak tidak pas dan menjadi tidak menarik disaksikan.
Program berita selalu tayang setiap hari, tanpa libur meskipun hari besar atau hari libur nasional. Itulah yang menjadi tantangan segenap kru pemberitaan di televisi yang tiada kenal libur. Demi mengabarkan perkembangan aktual seputar peristiwa hangat setiap hari, semua elemen media massa baik cetak maupun televisi bekerja setiap hari.
Kendati banyak tantangan, Fahmi Ardi Nugroho (24), salah seorang tim editing news Tvku Semarang mengaku, banyak manfaat yang ia peroleh setelah mengemban tugas ini. Alumnus Udinus Semarang itu mengaku selalu tahu perkembangan berita
yang sedang hangat di Jateng karena setiap hari mengolah tayangan berita yang akan disiarkan. ’’Dulu saya tidak terlalu suka menyaksikan berita. Paling yang sering disaksikan berita olahraga. Tapi sekarang jadi tahu perkembangan isu hangat setiap hari. Ya, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Bekerja sekalian menambah informasi,’’tambahnya.
Selain itu, pria asal Kendal itu pun mendapat banyak inspirasi dari tayangan berita yang dia olah. Salah satunya, inspirasi untuk membuat bisnis di bidang Kuliner di daerah asalnya, Kendal. Memang, hingga saat ini semua masih dalam batas perencanaan. Namun, dengan memantau perkembangan berita yang mencakup beragam aspek mulai dari ekonomi, sosial, politik, budaya, gaya hidup, hingga olahraga, Ardi belajar banyak hal.
’’Di sini, saya mendapat banyak ilmu.
Belajar ilmu jurnalistik dari para reporter, kreativitas dari tim produksi, dan masih banyak lagi. Dari setiap tayangan berita yang tiap hari saya olah, saya pun dapat ilmu banyak sekali. Sungguh kesempatan emas,’’ pungkas dia. (Miftahun Nikmah-92)

Rabu, 18 April 2012

Lolos Babak Ketiga Piala Indonesia
















BONTANGMeski kalah 2-4 saat dijamu Bontang FC, Rabu (18/4) petang, PSIS tetap memastikan satu tiket ke babak ketiga Piala Indonesia 2012. Secara kese luruhan, tim kebanggaan warga Kota Semarang unggul agregat 4-6. Kare Secara keseluruhan, tim kebanggaan warga Kota S e m a r a n g unggul agregat 4-6. Karena dipertemuan pertama menang 4-0.

Dengan lolos ke putaran ketiga, skuad Mahesa mencetak sejarah baru. Sebelumnya, dalam empat kali keikutsertaan pada event yang dulu bernama Copa Indonesia, PSIS selalu kandas di babak kedua. Kini peluang untuk menyandingkan dua gelar, promosi ke Indonesia Premier League (IPL) dan juara Piala Indonesia semakin terbuka.
Bagi skuad PSIS, melawan Bontang FC di Stadion Mulawarman, merupakan pengalaman baru. Tak seperti biasanya, mereka tampil di bawah sorot lampu karena laga dimulai pukul 19.00 WIT. Sedangkan sebelum-sebelumnya tampil pukul 15.30 WIB.
Gelandang Donny Siregar yang tetap diturunkan menjadi motor serangan PSIS. Mereka unggul lebih dulu lewat tendangan striker muda Kurnanda Fajarsaktiaji yang turun sejak menit pertama. Gol itu menjadi gol pertama sepanjang memperkuat PSIS.
‘’Sebelum laga, saya mendapatkan dorongan motivasi dari rekan-rekan. Saya menjawab kepercayaan itu dengan mencetak gol untuk PSIS.
Meski kalah, kami lolos ke putaran selanjutnya karena di pertemuan pertama menang 4-0,’’papar Kurnanda.
Tuan rumah yang menurunkan tiga pemain asingnya, yakni Kande Lansana, Masahiro Fukusama, dan Camara Fasawa berhasil menyamakan
kedudukan, beberapa menit kemudian. Glen R Palokan yang lolos dari jebakan off side memperdaya kiper PSIS Yoga Wahyu. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Balikan Keadaan Bontang FC yang dibesut Eddy Simon berhasil membalikkan keadaan di paruh kedua melalui Jhon Damasela. Laga yang disaksikan sekitar 5.000 suporter tuan rumah semakin seru setelah striker PSIS Engkus Kuswaha menyamakan kedudukan 2-2, beberapa menit kemudian.
Berusaha mengejar defisit gol, tuan rumah terus menekan. Mereka unggul jumlah pemain setelah gelandang PSIS Steven Anderson mendapatkan kartu merah. Tim asal IPL itu memastikan kemenangan lewat dua gol tambahan. Yakni melalui gelandang asal Jepang Masahiro Fukasamadan Achmad Setiawan. Hingga laga usai skor 42 untuk tuan rumah tetap bertahan.
Menanggapi hasil itu, asisten pelatih Bontang FC Taufan mengaku puas. Camara cs tampil baik dengan menjalankan semua instruksi pelatih. Baginya kemenangan 4-2 atas PSIS merupakan persembahan bagi suporter tuan rumah yang mendukung dengan setia.
‘’Kami akan mengajukan banding, terkait keputusan kekalahan 0-4 pada leg pertama di Semarang. Surat pemberitahuan baru kami terima beberapa jam sebelum laga leg kedua. Bagaimana pun juga, melanggar aturan Piala Indonesia dengan menurunkan empat pemain asing, bukan murni kesalahan kami,’’tandas Taufan.

Kamis, 12 April 2012

Ambisi Curi Poin













Hadapi PSIR Rembang SEMARANG- PSIR Rembang memiliki rekor kandang yang tidak begitu baik. Dua kali skuad arahan Hariyanto ditahan imbang tim tamu, pertama oleh Persik Kediri 2-2 di Divisi Utama, lalu imbang 2-2 saat menjamu PPSM Kartika Nusantara di Piala Indonesia.

Kondisi itu akan dimanfaatkan PSIS saat melawat ke Stadion Krida Rembang, Sabtu (14/4) mendatang. Skuad Mahesa jenar berambisi tidak kalah dalam lawatannya kali ini. Bila tidak bisa menang, minimal Donny Siregar cs ingin mencuri satu poin saat mawalan PSIR. ”Kalau tim-tim lain bisa mencuri poin di Rembang, PSIS juga harus bisa melakukan
nya. Target kami tetap membawa pulang poin demi mengamankan posisi di puncak klasemen sementara Grup II Divisi Utama,” kata Striker PSIS Engkus Kuswaha. Penyerang yang satu ini menjadi salah satu pahlawan kemenangan PSIS atas tim berjuluk Laskar Dampo Awang di pertemuan pertama. Dia menciptakan satu dari tiga gol saat laga menjamu PSIR di Stadion
Jatidiri, beberapa waktu lalu. Menghadapi tim yang sama, penyerang bernomor punggung 32 itu berambisi kembali mencetak gol. Kelelahan Namun demikian, PSIS tidak boleh sesumbar. Sejauh ini, mereka tidak memiliki rekor baik kala tampil di luar kandang. Sepanjang kompetisi dan Piala Indonesia, juara Liga Indonesia 1998 itu hanya meraih satu hasil seri dalam lawatannya. Yaitu saat menahan imbang 0-0 tuan rumah PSS Sleman pada putaran pertama Divisi Utama.
Belum lagi faktor kelelahan karena jadwal yang padat. Hanya berselang dua hari setelah melawan Bontang FC, Selasa (10/4), hari ini mereka akan bertolak ke Rembang. Minimnya waktu recovery dikhawatirkan memengaruhi penampilan tim PSIS.
”Tak bisa dimungkiri, faktor kelelahan
tetap ada saat menghadapi jadwal yang padat. Tetapi hal itu tidak akan menjadi masalah berarti bagi kami. Musim ini, PSIS banyak diisi pemain muda yang memiliki fisik mumpuni,“ kata wing back Romy Agustiawan. Kelelahan pemain juga disadari betul oleh pelatih PSIS Edy Paryono. Karena itu, dirinya merotasi pemain di setiap laga.
Seperti menurunkan sebagian pemain muda saat menundukkan Bontang FC 10. Di antaranya Romy, Kukuh Pramuyudha, dan M Taufan yang tampil sejak menit pertama.
Kemudian Kurnanda Fajar Saktiaji yang masuk menggantikan Engkus Kuswaha.
Yoga Wahyu juga dipercaya menjadi kiper utama menggantikan I Komang Putra.
Sedangkan Komang akan diproyeksikan untuk lebih fokus tampil di Divisi Utama.